Wednesday, June 13, 2012

Anatomi Mulut


Anatomi Mulut

Rongga mulut                     
Agar lebih memahami penyakit serta kelainan gigi dan mulut, khususnya para remaja, kita pelajari terlebih dahulu anatomi mulut dan gigi secara umum. Mulut dalam bahasa latin sering dikenal dengan kata oral/ oris. Mulut berukuran lebar/ tinggi 4-6 cm yang diukur ketika kita sedang menguap atau mulut terbuka lebar. Di sekitar rongga mulut terdapat banyak otot-otot wajah dan otot lidah yang fungsinya bermacam-macam, antara lain membantu kita saat berbicara, mengunyah makanan, membuka dan menutup mulut, serta mengekspresikan wajah ketika kita sedang senang ataupun cemberut.

Bila kita teliti, maka mulut terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Bagian mulut luar terdiri dari bibir atas dan bawah, sudut bibir, cekungan di bawah hidung, dan lekukan di bawah bibir. Bagian mulut dalam terdiri dari bibir atas, bibir bawah, gusi, lidah, pipi bagian dalam, langit-langit lunak dan langit-langit keras, gigi, tekak, dan tonsil/ amandel. Lapisan gusi, pipi dan langit-langit selalu basah berlendir. Oleh karena itu, selaput-selaput tersebut permukaannya disebut selaput lendir atau mukosa. Jadi ada selaput lendir gusi, selaput lendir langit-langit, dan selaput lendir pipi yang ada di bagian sebelah dalam mulut.

Mulut merupakan salah satu bagian penting dalam system pencernaan. Di dalam mulut makanan yang masuk dilumatkan dengan bantuan gigi, lidah, dan saliva, agar pencernaan selanjutnya dapat lebih ringan dan sempurna di dalam usus. Gigi secara umum berfungsi sebagai pemotong, pengoyak/ perobek, dan pengunyah makanan. Lidah berfungsi sebagai alat pengecap, alat bantu pengaduk makanan, alat bantu pembersih mulut, dan sebagai alat bantu pendorong makanan dalam proses penelanan. Saliva atau ludah berfungsi melunakkan makanan yang keras, serta memudahkan proses mengunyah dan menelan. Ludah menyebabkan makanan saling berdekatan satu sama lain, licin dan mudah ditelan.

Pemeliharaan kesehatan mulut dan bagian-bagian di dalamnya, khususnya gigi, amat penting dilakukan agar terjadi keseimbangan fungsi organ-organ pencernaan lainnya. Apabila makanan yang masuk ke dalam mulut dapat dilumatkan dengan baik, maka proses pencernaan lebih lanjut dapat lebih ringan dan lebih sempurna di dalam usus.

Gigi
Setelah berbicara tentang rongga mulut, selanjutnya bagian terpenting yang perlu dikatahui adalah gigi. Peran gigi sama pentingnya dengan peran mulut. Namun, secara umum fungsi dari gigi adalah membantu proses pencernaan, membantu berbicara, dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk kecantikan.
Dalam membicarakan gigi, kita perlu mengetahui tentang pertumbuhan gigi, bagian-bagian dari gigi, macam-macam bentuk gigi, dan fungsi dari masing-masing gigi.

Pertumbuhan gigi
Seperti organ lainnya, pertumbuhan dan perkembangna gigi telah dimulai sejak usia 4-5 bulan dalam kandungan. Pada saat lahir, rahang atas dan rahang bawah telah dipenuhi oleh benih-benih gigi dalam berbagai tingkat perkembangan. Sepanjang kehidupannya, secara umum manusia mempunyai 2 jenis gigi, yaitu: gigi sulung/ gigi susu dan gigi tetap/ gigi dewasa.

Gigi sulung/ gigi susu
Gigi sulung mempunyai arti yang sangat penting bagi anak, karena gigi sulung berfungsi untuk mengunyah makanan, mempertahankan ruangan di dalam lengkung gigi untuk gigi tetap nantinya, merangsang pertumbuhan rahang melalui pengunyahan terutama ke arah vertical, membantu dalam perkembangan kata-kata, dan untuk penampilan.

Gigi tetap/ gigi dewasa
Setelah anak berumur 6 tahun, secara bertahap gigi sulungnya akan mulai tanggal satu per satu, dan mulai digantikan oleh gigi tetap. Pergantian gigi sulung ke gigi tetap ini tidak berurutan, tetapi tumbuh berseling-seling. Gigi tetap yang pertama kali tumbuh biasanya adalah gigi geraham pertama bawah dan atas, kemudian diikuti oleh gigi seri pertama atas. Jumlah gigi tetap seluruhnya adalah 32 buah.

Bentuk dan fungsi gigi
Bentuk gigi satu dan lainnya tidak sama. Bentuk gigi depan dan gigi belakang berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sesuai dengan tugas gigi, maka dikenal empat bentuk gigi, yaitu sebagai berikut:

Gigi seri
Gigi seri terdiri atas empat buah di atas dan empat buah di bawah. Jumlah seluruhnya delapan buah dan terletak di bagian depan. Gunanya untuk memotong dan menggunting makanan. Gigi seri mempunyai akar tunggal.

Gigi taring
Jumlah gigi taring ada empat buah. Di atas dua buah dan di bawah dua buah. Letaknya di sudut mulut. Bentuknya runcing, fungsinya untuk mencabik makanan. Gigi ini berakar tunggal.

Gigi geraham kecil
Gigi geraham kecil merupakan pengganti geraham sulung. Letak gigi ini dibelakang gigi taring. Jumlahnya ada delapan buah, yaitu empat gigi di atas dan empat gigi di bawah. Fungsi gigi ini adalah membantu atau bersama-sama geraham besar menghaluskan makanan. Akar gigi geraham kecil ini tunggal, kecuali yang atas depan memiliki dua akar.

Gigi geraham besar
Gigi geraham besar letaknya di belakang gigi geraham kecil. Jumlahnya dua belas buah, yaitu enam gigi di atas dan enam gigi di bawah. Fungsi gigi geraham ini adalah untuk menggiling makanan.


Tuesday, June 12, 2012

Kebutuhan Gizi Pada Remaja

Kebutuhan Gizi Pada Remaja




Kebutuhan gizi pada remaja lebih tinggi daripada usia anak. Namun, kebutuhan gizi pada remaja perempuan dan laki-laki akan jelas berbeda. Hal ini disebabkan oleh adanya pertumbuhan yang pesat, kematangan seksual, perubahan komposisi tubuh, mineralisasi tulang, dan perubahan aktivitas fisik. Meskipun aktivitas fisik tidak meningkat, tetapi kebutuhan total energy akan tetap meningkat akibat pembesaran ukuran tubuh. Kebutuhan nutrisi yang meningkat pada masa remaja adalah energy, protein, kalsium, besi, dan zinc.
Energy
Kebutuhan energy pada individu remaja yang sedang tumbuh sulit untuk ditentukan secara tepat. Factor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan gizi remaja adalah aktivitas fisik seperti olahraga. Remaja yang aktif dan banyak melakukan olahraga memerlukan asupan energy yang lebih besar dibandingkan remaja yang kurang aktif. Sumber energy terutama diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat seperti beras, terigu dan hasil olahannya, umbi-umbian, jagung, sagu, gula dan lain-lain.
Protein
Kebutuhan protein juga meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan terjadi dengan cepat. Pada akhir masa remaja, kebutuhan protein lebih besar pada remaja laki-laki, karena perbedaan komposisi tubuh. Kecukupan protein harus memenuhi 12-14% dari pemasukan energy. Bila pemasukan energy tidak adekuat, maka protein akan digunakan sebagai sumber energy, dan ini akan mengakibatkan malnutrisi.
Makanan sumber protein hewani bernilai biologis lebih tinggi dibandingkan sumber protein nabati, karena komposisi asam amino esensial yang lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas. Contoh sumber protein adalah : daging merah (sapi, kerbau, kambing), daging putih (ayam, ikan), susu dan hasil olahannya, kedele dan hasil olahannya, kacang-kacangan dan lain-lain.
Mineral
Kebutuhan mineral terutama kalsium, zinc, dan zat besi juga meningkat pada masa remaja. Kalsium penting untuk kesehatan tulang, khususnya dalam menambah massa tulang. Keterbatasan massa tulang selama remaja akan meningkatkan risiko osteopososis pada kehidupan selanjutnya, khususnya pada wanita. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu dan hasil olahannya. Sumber lainnya adalah ikan, kacang-kacangan, dan sayuran.
Karena ekspansi volume darah dan untuk mempertahankan produksi hemoglobin selama pertumbuhan, maka kebutuhan akan zat besi pada remaja juga meningkat. Zat besi  juga dibutuhkan untuk membentuk mioglobin dalam jaringan otot yang baru. Untuk mengganti kehilangan zat besi selama menstruasi, remaja perempuan lebih banyak membutuhkan zat besi dibandingkan remaja laki-laki. Remaja laki-laki membutuhkan zat besi untuk proses pertumbuhan itu sendiri. Kekurangan zat besi akan meningkatkan risiko anemia defisiensi zat besi. Kebutuhan akan zat besi akan menurun seiring dengan melambatnya pertumbuhan setelah pubertas. Penyerapan zat besi dapat ditingkatkan oleh vitamin C; dan sebaliknya dihambat oleh kopi, teh, makanan tinggi serat, suplemen kalsium dan produk susu. Makanan yang banyak mengandung zat besi adalah : hati, daging merah, daging putih, kacang-kacangan dan sayuran hijau.
Zinc dibutuhkan untuk pertumbuhan  serta kematangan seksual remaja, terutama bagi remaja laki-laki. Defisiensi zinc dapat menimbulkan risiko retardasi mental dan hipogonadisme.
Vitamin
Kebutuhan vitamin tiamin (thiamin), riboflavin dan niasin (niacin) pada remaja akan meningkat. Zat-zat tersebut diperlukan untuk membantu proses metabolism energy. Begitu juga dengan folat dan vitamin B12 yang penting untuk sintesis DNA dan RNA. Tak kalah pentingnya adalah vitamin D yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otot. Vitamin A, C, dan E juga dibutuhkan untuk pembentukan dan mendukung fungsi sel baru.
                                     

Monday, June 11, 2012

Anemia

Anemia


Remaja purti merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Pernyataan WHO Regional Office SEARO yang menyatakan bahwa 25-40% remaja putri menjadi penderita anemia defisiensi zat besi tingkat ringan sampai berat di Asia Tenggara. Oleh karena itu, sasaran program perbaikan gizi pada kelompok remaja putri dianggap strategis dalam upaya memutus simpul siklus masalah gizi. Ditambahkan pula masa remaja merupakan suatu masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat (adolescence growth spurt), sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relative besar jumlahnya. Apalagi remaja putri akan mengalami masa persiapan menjadi ibu.
Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah dari normal. Pada pria, hemoglobin normal adalah 14-18 gr% dengan eritrosit 3,5-4,5 jt/mm3 . Fungsi hemoglobin dalam darah adalah mengikat oksigen di paru-paru dan melepaskannya di seluruh jaringan tubuh yanbg membutuhkan, kemudian mengikat CO2 dari jaringan tubuh dan melepaskannya di paru-paru. Disamping kekurangan zat besi, nilai hemoglobin yang rendah dapat disebabkan oleh kekurangan protein atau vitamin B6. Yang harus diingat adalah nilai hemoglobin kurang peka terhadap tahap awal kekurangan zat besi, akan tetapi berguna untuk mnegetahui berat ringannya anemia.
Pada umumnya, anemia lebih sering terjadi pada wanita dan remaja putri dibandingkan dengan pria. Yang sangat disayangkan adalah kebanyakan penderita tidak tahu dan tidak menyadarinya. Bahkan ketika tahu pun masih menganggap anemia masalah sepele. Remaja putri mudah terserang anemia karena :
  • Pada umumnya remaja putri lebih banyak mengonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit, dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi tidak terpenuhi.
  • Remaja putri biasanya ingin tampil langsing, sehingga membatasi asupan makanan
  • ŸSetiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6mg yang diekskresi, khususnya melalui feses (tinja)
  • Remaja putri mengalami haid setiap bulan, di mana kehilangan zat besi ±1,3mg per hari, sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada pria

Mencegah anemia bagi remaja putri menjadi sangat penting, karena nantinya wanita yang menderita anemia dan hamil akan menghadapi banyak risiko, yaitu:
  • Abortus
  • Melahirkan bayi dengan berat rendah
  • ŸMengalami penyulit lahirnya bayi karena rahim tidak mampu berkontraksi dengan baik ataupun karena tidak mampu meneran
  • Ÿ Perdarahan setelah persalinan yang sering berakibat kematian

Upaya-upaya untuk mencegah anemia, anatara lain sebagai berikut :
  •  Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan hewani (daging, ikan, ayam, hati dan telur); dari bahan nabati (sayuran yang berwarna hijau tua, kacang-kacangan dan tempe)
  • ŸBanyak makan makanan sumber vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi, misalnya: jambu, jeruk, tomat dan nanas
  • Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya saat mengalami haid
  • Bila merasakan adanya tanda dan gejala anemia, segera konsultasi ke dokter untuk dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan

Penyebab anemia gizi besi adalah kurangnya asupan zat besi, berkurangnya sediaan zat besi dalam makanan, meningkatnya kebutuhan zat besi, kehilangan darah yang kronis, penyakit malaria, cacing tambang, infeksi-infeksi lain, serta pengetahuan yang kurang tentang anemia zat besi.

Penderita dengan anemia dapat terganggu kegiatan sehari-harinya. Adapun gejala yang sering timbul antara lain pusing, lemah, letih, lelah dan lesu. Pada umumnya, seseorang mulai curiga akan adanya anemia bila keadaan sudah makin parah, sehingga gejalanya kelihatan lebih jelas, seperti kulit pucat, jantung berdebar-debar, pusing, mudah kehabisan nafas ketika naik tangga, atau olahraga.

Remaja putri harus diperhatikan kebutuhan zat besinya, karena kebutuhan akan zat besi akan terus meningkat dengan adanya pertumbuhan dan datangnya menarche. Aktivitas fisik yang meningkat juga turut membarikan pengaruh. Selain itu, keterlambatan tumbuh kembang tubuh pada usia sebelumnya kan dikejar pada usia ini. Pemenuhan kecukupan gizi sangat penting agar proses tumbuh kembang berlangsung sempurna.

Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunya produktivitas kerja ataupun kemampuan akademis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan di mana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna. Selain itu, daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah terserang penyakit. Anemia juga dapat menyebabkan menurunya produksi energy dan akumulasi laktat dalam otot.
Komplikasi dari anemia pun beraneka ragam, misalnya: gagal jantung kongestif (karena otot jantung yang kekurangan oksigen tidak dapat menyesuaikan diri dengan beban kerja jantung yang meningkat), parestesia, konfusi kanker, penyakit ginjal, gondok, gangguan pembentukan heme (pigmen pembentuk warna merah pada darah yang mengandung zat ebsi), penyakit infeksi kuman, thalasemia (kurang cepatnya pembuatan satu rantai/ unsure pembentuk hemoglobin), kelainan jantung, rematoid, meningitis, gangguan system imun dan sebagainya.
Menurut DeMaeyer (1995), pencegahan adanya anemia defisiensi zat besi dapat dilakukan dengan pendekatan dasar yaitu sebagai berikut :
  1. Memperkaya makanan pokok dengan zat besi, seperti: hati, sayuran berwarna hijau, dan kacang-kacangan. Zat besi dapat membantu pembentukan hemoglobin (sel darah merah) yang baru
  2. Pemberian suplemen tablet zat besi.
  3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang pola makan sehat. Kehadiran makanan siap saji (fast food) dapat mempengaruhi pola makan remaja. Makanan siap saji umumnya rendah zat besi, kalsium, riboflavin, vitamin A dan asam folat. Makanan siap saji mengandung lemak jenuh, kolesterol dan natrium yang tinggi.

Sunday, June 10, 2012

Tumbuh Kembang Remaja

Tumbuh Kembang Remaja

Remaja adalah harapan bangsa, sehingga tak berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan bangsa yang akan datang akan ditentukan pada keadaan remaja saat ini. Remaja yang sehat dan berkualitas menjadi perhatian serius orang tua, praktisi pendidikan, ataupun remaja itu sendiri. Remaja yang sehat adalah remaja yang produktif dan kreatif sesuai dengan tahap perkembangannya. Oleh karena itu pemahaman terhadap tumbuh kembang remaja menjadi sangat penting untuk menilai keadaan remaja.
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Masa ini sering disebut dengan masa pubertas. Namun demikian, menurut beberapa ahli, selain istilah pubertas digunakan juga istilah adolesens (dalam bahasa inggris adolescence). Para ahli merumuskan bahwa istilah pubertas digunakan untuk menyatakan perubahan biologis baik bentuk maupun fisiologis yang terjadi dengan cepat dari masa anak-anak ke masa dewasa, terutama perubahan alat reproduksi. Sedangkan istilah adolesens lebih ditekankan pada perubahan psikososial atau kematangan yang menyertai masa pubertas.
Menurut WHO (1995), yang dikatakan usia remaja adalah antara 10-18 tahun. Tetapi berdasarkan penggolongan umur, masa remaja terbagi atas :
1
)     Masa remaja awal (10-13 tahun)
2
)     Masa remaja tengah (14-16 tahun)
3
)     Masa remaja akhir (17-19 tahun)

Tumbuh kembang remaja
Pertumbuhan dan perkembangan remaja merupakan proses yang saling terkait, berkesinambungan, dan berlangsung secara bertahap. Perkembangan merupakan suatu proses di mana perubahan-perubahan di dalam diri remaja akan diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga remaja tersebut dapat berespons dengan baik dalam menghadapi rangsangan-rangsangan dari luar dirinya. Yang paling menonjol dalam tumbuh kembang remaja adalah adanya perubahan fisik, alat reproduksi, kognitif, dan psikososial.

Perubahan fisik
Perubahan fisik dan psikologis remaja disebabkan oleh adanya perubahan hormonal. Hormone dihasilkan oleh kelenjar endokrin yang dikontrol oleh susunan saraf pusat, khususnya di hipotalamus. Beberapa jenis hormone yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan adalah hormone pertumbuhan (growth hormone), hormone gonadotropik (gonadotropic hormone), estrogen, progesterone, serta testosterone.
Percepatan berat badan dan tinggi badan
Selama 1 tahun pertumbuhan, tinggi badan laki-laki dan perempuan rata-rata meningkat 3,5-4,1 inci (Steinberg, 2007). Berat badan juga meningkat karena ada perubahan otot pada laki-laki dan pertambahan lemak pada perempuan.

Perkembangan karakteristik seks sekunder

Selama masa pubertas terjadi kadar hormonal yang mempengaruhi karakteristik seks sekunder, seperti hormone androgen pada laki-laki dan estrogen pada perempuan. karakteristik sekunder pada perempuan meliputi pertumbuhan bulu rambut pada pubis, pertumbuhan rambut di ketiak, serta menarche atau menstruasi pertama. Sedangkan pada laki-laki terjadi pertumbuhan penis, pembesaran skrotum, perubahan suara, pertumbuhan kumis dan jenggot, meningkatnya produksi minyak, meningkatnya timbunan lemak, dan meningkatnya aktivitas kelenjar sehingga menimbulkan jerawat.
Perubahan bentuk tubuh
Pada laki-laki terjadi perubahan bentuk dada yang membesar dan membidang, serta jakun lebih menonjol. Sedangkan perubahan bentuk tubuh pada perempuan seperti pinggul dan payudara yang membesar, serta keadaan puting susu yang lebih menonjol.
Perkembangan otak
Pada masa remaja awal sampai akhir, otak belum sepenuhnya berkembang sempurna, sehingga pada masa ini kemampuan pengendalian emosi dan mental masih belum stabil.
Beberapa hal penting yang berkaitan dengan perubahan fisik pada remaja diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Tanda-tanda vital : nadi berkisar antara 55-110x/menit, pernapasan berkisar antara 16-20x/menit, dan tekanan  darah antara 110/60 - 120/76 mmHg.
  2. Berat badan bervariasi, untuk laki-laki terjadi kenaikan 5,7-13,2 kg dan perempuan 4,6-10,6 kg.
  3. Tinggi badan terjadi kenaikan : 26-28 cm dan perempuan 23-28 cm.
  4. Keadaan gigi lengkap
  5. Tajam penglihatan 20/20
  6. Pertumbuhan organ-organ reproduksi
  7. Pertumbuhan tulang dua kali lipat
  8. Peningkatan masa otot dan penimbunan lemak
  9. Pada kulit terjadi peningkatan munculnya jerawat
  10. Pertumbuhan rambut pada aksila, rambut pubis pada perempuan dan rambut wajah pada laki-laki

Perkembangan kognitif
Menurut teori Piaget, prinsip perkembangan kognitif terjadi melalui empat tahap. Keempat tahap tersebut selalu terjadi dalam urutan yang sama dan setiap apa yang dibangun dipelajari dalam tahap sebelumnya. Tahapan-tahapan tersebut adalah :
Tahap sensorimotor
Tahap sensorimotor berlangsung dari kelahiran hingga bayi berumur kira-kira 2 tahun. Pada tahap ini, bayi mampu mengorganisasi dan mengkoordinasikan sensasi melalui gerakan dan tindakan fisik. Ia mampu secara pasif menerima rangsangan-rangsangan dari alat inderanya; dan secara aktif memberikan respons terhadap rangsangan tersebut melalui gerakan reflex. Pada akhir tahap ini, pola-pola sensorik dan motoriknya semakin kompleks dan mulai mengadopsi suatu system symbol yang primitive. Misalnya, anak usia dua tahun dalam membayangkan sebuah mainan dan memanipulasi dengan tangannya sebelum mainan tersebut benar-benar ada. Pembangunan fisik (mobilitas) memungkinkan anak untuk mulai mengembangkan kemampuan intelektual baru. Beberapa kemampuan bahasa dikembangkan  pada akhir tahap ini.
Tahap paraoperasional
Tahap paraoperasional (toddlerhood dan anak usia dini) berlangsung ketika anak berumur 2-7 tahun. Pada fase ini terjhadi pembentukan konsep yang stabil, penalaran mental, egosentrisme, serta terbentuknya keyakinan terhadap hal yang magis. Fase ini juga menunjukkan penggunaan symbol-simbol, bahasa yang matur, memori, imajinasi, walaupun dilakukan dalam berpikir non logis.
Tahap operasional konkret
Tahap operasional konkret terjadi ketika anak memasuki usia sekolah (sekolah dasar) sampai awal masa remaja. Tahap ini dicirikan oleh tujuh jenis konservasi (angka, panjang, cair, masaa, berat, area dan volume); intelijensi yang ditunjukkan secara logis dan sistematis; serta manipulasi symbol-simbol yang terkait dengan benda. Dalam upaya memahami alam sekitarnya, meraka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indra, karena ia mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya, dan antara yang bersifat sementara dengan yang bersifat menetap.
Tahap operasional formal (remaja dan dewasa)
Pada tahap ini sudah mulai berpikir abstrak dan hipotesis, artinya anak sudah mampu memikirkan sesuatu yang akan atau mungkin terjadi. Di samping itu, remaja juga sudah mampu berpikir secara sistematik, mampu memikirkan semua kemungkinan untuk memecahkan masalah. Kesimpulannya, individu dapat menjadi lebih baik dari pada fase anak-anak. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana mereka mengamati lingkungan sekitarnya ataupun dari cara pengambilan keputusan. Remaja dapat berpikir tentang ide-ide abstrak dan berpikir secara logis sistematis tentang semua masalah. Remaja mulai berpikir lebih kompleks dan cenderung menjadi multidimensi dalam mempertimbangkan sesuatu dan fakta-fakta untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Remaja awal
Pada tahap ini, remaja mulai berfokus pada pengambilan keputusan, baik di dalam rumah ataupun di sekolah. Remaja mulai menunjukkan cara berpikir logis, sehingga sering menanyakan kewenangan dan standar di masyarakat ataupun di sekolah. Remaja juga mulai menggunakan istilah-istilah sendiri dan mempunyai pandangan, seperti: olahraga yang lebih baik untuk bermain, memilih kelompok bergaul, pribadi seperti apa yang diinginkan, dan mengenal cara untuk berpenampilan menarik.
Remaja menengah
Pada tahap ini terjadi peningkatan interaksi dengan kelompok, sehingga tidak selalu tergantung pada keluarga dan terjadi eksplorasi seksual. Dengan menggunakan pengalaman dan pemikiran yang lebih kompleks, pada tahap ini remaja seering mengajukan pertanyaan, menganalisis secara lebih menyeluruh, dan berpikir tentang bagaimana cara mengembangkan identitas “siapa saya?” pada masa ini remaja juga mulai mempertimbangkan kemungkinan masa depan, tujuan dan membuat rencana sendiri.
Remaja akhir
Pada tahap ini remaja lebih berkonsentrasi pada rencana yang akan datang dan meningkatkan pergaulan. Selama masa remaja akhir, proses berpikir secara kompleks digunakan untuk memfokuskan diri masalah-masalah idealism, toleransi, keputusan untuk karier dan pekerjaan, serta peran orang dewasa dalam masyarakat.
Perkembangan psikososial
Masa remaja juga merupakan masa transisi emosional, yang ditandai dengan perubahan dalam cara melihat dirinya sendiri. Sebagai remaja dewasa, intelektual dan kognitif juga mengalami perubahan, yaitu dengan merasa lebih dari yang lain, cenderung bekerja secara lebih kompleks dan abstrak, serta lebih tertarik untuk memahami kepribadian mereka sendiri dan berperilaku menurut cara mereka. Transisi social yang dialami oleh remaja ditunjukkan dengan adanya perubahan hubungan sosial. Salah satu hal yang penting dalam perubahan social pada remaja adalah meningkatnya waktu untuk berhubungan dengan rekan-rekan mereka, serta lebih intens dan akrab dengan lawan jenis.

Saturday, June 9, 2012

Manajemen Keamanan Rumah Sakit

Manajemen Keamanan Rumah Sakit

Rumah sakit adalah merupakan tempat masyarakat umum berkumpul, oleh karenanya seperti halnya tempat umum yang lain harus dipikirkan keamanannya. Rumah sakit harus menjaga keselamatan barang-barang inventarisnya dari gangguan pengunjung, pencuri, binatang dan semua yang merugikan. Oleh sebab itu dalam suatu rumah sakit membutuhkan petugas keamanan atau lebih sering disebut satpam, yang tugasnya menjaga keamanan seluruh lingkungan rumah sakit.
Harus ada yang bertugas menjaga, patroli, mengawasi jam kunjungan orang sakit. Semua orang yang membawa keluar peralatan harus menggunakan surat jalan yang dikeluarkan oleh kepala rumah tangga dan diketahui oleh petugas keamanan.
Untuk mempermudah penjagaan rumah sakit agar tetap aman maka diusahakan
  • Pimpinan rumah sakit bisa menanamkan suasana bahwa keamanan rumah sakit adalah tanggung jawab bersama, semua orang bertanggung jawab atas terselenggaranya keamanan.
  • Halaman rumah sakit berpagar, bila diangap perlu bisa menggunakan kawat berduri atau tanaman berduri.
  •  Pintu masuk dan pintu keluar terpisah
  • Harus ada yang bertugas menjaga pelataran parkir dan mengatur lalu lintas kandaraan masuk dan keluar
  •  Di luar jam kerja pintu masuk dan pintu keluar hanya satu yang digunakan, yang lain harus tertutup
  • ·Ada generator listrik yang selalu siap apabila tiba-tiba listrik PLN mati
  • Ada lampu emergensi pada lokasi-lokasi yang sangat memerlukan penerangan
  •  Lorong panjang atau tempat yang mungkin rawan harus berpenerangan
  •  Sakelar dan begijnzer diletakkan pada lokasi yang tidak dilewati oleh umum agar tidak dimainkan oleh tangan jahil
  •  Pada kantor keuangan, laboratorium, dan kamar-kamar yang perlu mendapat penjagaan ketat diberi terali
  • Petugas keamanan mudah dihubungi dengan telapon, aiphone, ataupun HT
  •  Penyimpanan kunci pada lemari kunci yang selalu terjaga
  • Jangan ada tangga (ladder) di halaman yang bisa digunakan oleh pencuri. Tangga harus tersimpan di dalam gudang atau apabila di halaman tangga tadi dirantai
  •  Barang-barang milik rumah sakit harus bertanda atau berlogo rumah sakit
  • Ada informasi tata letak ruangan di setiap blok atau setiap tingkatan jika rumah sakit tersebut bertingkat.
  • Jangan sampai inventaris rumah sakit ataupun barang-barang pasien dicuri orang